Meski pidato SBY yang bocor itu menyinggung sejumlah partai dan tokoh partai lain di luar Demokrat, namun menurut Julian ucapan SBY itu masih wajar sebab ditujukan untuk internal partai.
Rekaman SBY yang bocor itu berisi keluh-kesah bagaimana sulitnya mengawal rencana  kenaikan harga bahan bakar minyak yang batal terjadi. Ia juga menyoroti perilaku sejumlah partai menjelang pengambilan keputusan BBM itu. Baik partai yang berada dalam koalisi maupun yang berada di barisan oposisi, ia soroti.

“Kami kira tidak ada yang salah dari apa yang disampaikan Bapak Presiden pada pidato beliau itu. Jadi tidak perlu ada yang merasa kecewa,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha 

“Tentu Bapak Presiden terkejut pidato beliau di internal Partai Demokrat itu bocor di publik,” kata Julian, Kamis 12 April 2012. Menurutnya, apa yang disampaikan SBY dalam pidato itu adalah dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat yang memberi arahan kepada anggota partai.

 “Jadi kami tidak bisa mengomentari lebih lanjut. Kami kira apa yang disampaikan Partai Demokrat sudah cukup jelas menanggapi perihal kebocoran tersebut,” ujar Julian.

SBY dalam pidato itu juga mengatakan, motivasi partai-partai yang menolak kenaikan harga BBM sebenarnya bukan karena kepentingan rakyat, melainkan untuk menjatuhkan pemerintahannya.

Dalam pidato itu pula, SBY menyebut PKS sebagai partai yang paling sering berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Ia bahkan berniat melupakan PKS jika saja Golkar kompak dengan koalisi pada saat pengambilan keputusan itu.