Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Indonesia Creative Center (ICC) di lantai 14 pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu 11 Agustus 2012.

ICC menampilkan berbagai Produk Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN, mulai dari kerajinan, aneka batik, garmen, makanan dan minuman, aromaterapi, sampai pengobatan herbal tradisional. ICC ini melibatkan 25 BUMN.

ICC hadir untuk memenuhi kebutuhan produk yang diinginkan pasar, sekaligus sebagai langkah inisiatif PKBL BUMN untuk menjemput pasar. ICC bahkan digadang-gadang sebagai salah satu tujuan wisata belanja baru di Jakarta, dengan produk-produk yang ditargetkan akan makin beragam.


“Pusat kreativitas ini merupakan bagian dari pengendalian produk, misal produk mana yang layak dikembangkan. Juga sebagai sarana koordinasi antar BUMN terkait produk apa saja yang diminati oleh pasar,” kata Achiran Pandu Djajanto, Deputi Bidang Restrukrisasi dan Rencana Strategis Kementerian BUMN di Sarinah, Jakarta.

Pandu mengatakan, ICC menjadi penting karena saat ini ada 820 ribu PKBL BUMN, meski tidak semuanya bisa terserap oleh pasar. Padahal, imbuh Pandu, banyak produk PKBL yang berpotensi dan layak masuk pasar kelas atas. Hal ini pun telah terbukti.

Pandu lantas menyebutkan sebuah kain produk mitra binaan BUMN harganya langsung melejit ketika dipajang di Pacific Place Jakarta. “Harga kain itu di pameran hanya Rp460 ribu. Tapi setelah masuk ke Pacific Place, harganya mencapai Rp950 ribu,” kata dia.

Peluncuran Indonesia Creative Cente, ujar Pandu, juga sebagai sarana interaksi nyata BUMN dengan warga. “Saat ini BUMN tidak hanya perlu memperlihatkan cantiknya korporasi, tapi juga harus berinteraksi dengan masyarakat untuk mengembangkan komunitas dan kemitraan,” ucap dia.

ICC pun membuka ruang bagi Pemerintah Daerah untuk ikut bergabung dalam pameran mereka. “Fokusnya pada pameran produk mitra binaan BUMN yang bersifat rutin dan permanen. Tapi tiap dua pekan atau sebulan sekali, pemda juga bisa pameran di sini,” kata Mira Amahorseya, Direktur Utama PT. Sarinah Persero.



Sumber : viva.co.id